Yuk, Ketahui 5 Cara Mengobati Epiglotitis!

 

Tahukah Anda apa itu penyakit epiglotitis? Dilansir dari halaman alodokter, epiglotitis adalah peradangan pada epiglotis yang mana merupakan sebuah katup dan berfungsi untuk menutup saluran pernapasan saat makan atau minum. Epiglotis sendiri berbentuk daun yang letaknya di belakang lidah. Apakah epiglotitis bisa diobati? Ada 5 cara untuk mengobati epiglotitis.

Sebelum membahas cara mengobati epiglotitis, ada baiknya untuk mengetahui penyebab, faktor risiko, beserta gejala. Yuk, simak ulasannya.

Menurut halaman halodoc, penyebab terjadinya epiglotitis disebabkan oleh infeksi bakteri yang bernama Haemophilus influenzae tipe B dan Streptococcus pneumoniae. Kedua jenis bakteri ini merupakan jenis bakteri yang paling sering memicu terjadinya peradangan pada epiglotis. Akibatnya, bakteri tersebut bisa menyebabkan pembengkakan dan menghalangi keluar masuknya udara. Bahkan, bisa mengakibatkan kematian karena sesak napas atau kesulitan untuk bernapas.

Selain itu, penyebab lainnya terjadi epiglotitis adalah luka pada tenggorokan. Adanya luka seperti terkena benturan secara keras atau penggunaan obat-obatan terlarang menyebabkan epiglotis membengkak.

READ  Mengalami KantukĀ  dan Sakit Kepala yang Parah? Awas, Gejala Epidural Hematoma

Ada beberapa faktor risiko yang bisa menjadi pemicu terjadinya epiglotitis. Yuk, simak ulasannya di bawah ini.

  1. Jenis Kelamin

Menurut sebuah penelitian, penyakit epiglotitis lebih banyak terjadi pada laki-laki dibandingkan dengan wanita. Hal ini belum diketahui alasannya lebih jelas kenapa laki-laki banyak mengalami penyakit ini daripada wanita.

  1. Usia

Usia juga memengaruhi seseorang untuk mengalami penyakit epiglotitis. Pada umumnya, anak yang berusia di bawah satu tahun lebih rentan untuk terkena penyakit ini. Apalagi jika bayi atau anak belum mendapatkan vaksin Hib, tentu akan lebih mudah untuk terserang. Namun, biasanya penyakit ini menyerang anak yang berusia 2-5 tahun. Selain itu, penyakit epiglotitis juga menyerang seseorang yang berusia 85 tahun ke atas atau biasa disebut lansia.

  1. Memiliki Daya Tahan Tubuh yang Lemah
READ  Mari Mengenal Secara Singkat Mengenai Gejala Epulis!

Jika Anda memiliki sistem imun yang lemah, maka bisa saja terkena penyakit epiglotitis. Penderita diabetes, kanker, dan HIV/AIDS merupakan salah satu yang rentan terserang epiglotitis.

  1. Lingkungan yang Kotor

Beraktivitas pada tempat yang kurang higienis atau kotor juga bisa menyebabkan seseorang terkena infeksi bakteri tersebut. Untuk itu, pastikan selalu menjaga kebersihan.

  1. Makanan atau Minuman yang Panas

Bagi Anda yang suka makanan yang masih panas, ada baiknya untuk mengurangi hal tersebut. Hal ini ternyata bisa menyebabkan terjadinya epiglotitis. Makanan dan minuman yang memiliki suhu tinggi akan mengakibatkan peradangan sehingga infeksi juga memiliki risiko yang lebih tinggi.

Lalu, bagaimana cara mengenali seseorang yang terkena penyakit epiglotitis? Berikut beberapa gejala yang bisa ditemukan pada penderita epiglotitis.

  1. Mengalami demam tinggi
  2. Kesulitan saat menelan
  3. Adanya rasa nyeri pada tenggorokan
  4. Suara serak
  5. Mengalami sesak napas
  6. Mengeluarkan liur
  7. Stridor yaitu pernapasan yang kasar
  8. Warna kulit menjadi kebiruan
READ  cara mengatasi epulis fissuratum

Bagaimana cara mengobati epiglotitis? Dilansir dari halaman hellosehat, ada 5 cara yang bisa dilakukan. Berikut ulasannya.

  1. Adanya monitor kadar oksigen dan melindungi jalur pernapasan
  2. Asupan cairan lewat infus yang bertujuan untuk mencukupi kebutuhan tubuh. Hal ini dilakukan sampai penderita bisa kembali menelan
  3. Adanya pemberian antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri tersebut
  4. Penggunaan obat antiinflamasi yang bertujuan untuk mengurangi pembengkakan
  5. Bedah trakeotomi yang bertujuan untuk mencegah gagal napas. Hal ini dilakukan untuk penderita epiglotitis yang sudah parah

Nah, itulah penjelasan singkat dari mulai apa itu penyakit epiglotitis sampai cara mengobati epiglotitis. Apakah Anda memiliki gejala seperti di atas?

 

Sumber: Alodokter.com