Mari Mengenal Secara Singkat Mengenai Gejala Epulis!

 

Pernahkah Anda mendengar epulis? Mungkin masih terdengar asing di telinga. Dilansir dari halaman alodokter, epulis adalah pembengkakan lokal yang terjadi pada gusi di mana terletak di antara dua gigi. Terjadinya epulis disebabkan oleh iritasi atau trauma lokal seperti menyikat gigi atau mengunyah. Kurangnya kebersihan pada mulut dan terbentuknya karang gigi juga merupakan penyebab terjadinya epulis. Untuk itu penting menjaga kebersihan gigi dan cek ke dokter setiap 6 bulan sekali.

Menurut halaman halosehat, epulis adalah tumor jinak yang berada di area gusi di mana pertumbuhannya dapat memengaruhi kesehatan pada rongga mulut. Epulis sendiri memiliki beberapa sifat. Pertama bersifat fibrous. Hal ini terjadi epulis pada bagian depan mulut. Kedua, hiperplastik. Hal ini terjadi karena timbulnya pertumbuhan secara abnormal atau kerusakan pada jaringan dalam rongga mulut. Ada juga sifat granulatif di mana kondisi ini terjadi pada penderita yang memakai gigi palsu.

READ  Ini, Lho, Gejala Epulis Fissuratum yang Jarang Diketahui!

Sebelum membahas gejala epulis, ada baiknya untuk mengenal jenis-jenis epulis. Biasanya gejala yang ditimbulkan berbeda sesuai dengan jenisnya. Berikut penjelasan mengenai jenis dan gejala epulis.

  1. Kongenital

Epulis kongenital merupakan salah satu jenis epulis yang sudah terbentuk sejak lahir. Adanya sel-sel pada epitel bakal benih gigi merupakan penyebab munculnya epulis jenis ini. Biasanya banyak ditemukan pada area depan gusi rahang bagian atas. Kondisi ini bisa menyebabkan terjadinya penyumbatan aliran udara di sepanjang sistem pernafasan. Selain itu, juga memperlambat masuk dan penyebaran nutrisi makanan.

Epulis kongenital memiliki beberapa gejala, seperti adanya benjolan pada mulut dengan ukuran 0,5 sampai 2cm. Bahkan benjolan bisa tumbuh sampai 9cm. Selain itu benjolan tersebut bersifat lunak, memiliki tangkai, dan ada beberapa yang menyerupai lobus mukosa alveolar.

  1. Gravidarum
READ  Siapa Sangka, Ternyata Olahraga Salah Satu Faktor Penyebab Epidural Hematoma

Epulis jenis ini merupakan pembesaran gusi yang berkembang selama masa kehamilan. Menurut penelitian, sebanyak 0,2-5%, ibu hamil mengalami penyakit epulis gravidarum. Pertumbuhan tumor jenis ini sangat cepat seiring meningkatnya hormon estrogen dan progesteron. Kondisi ini akan menghilang sendiri setelah melahirkan. Gejala epulis gravidarum adalah gusi sangat merah, bengkak, dan lunak. Selain itu, adanya rasa nyeri, terjadi pendarahan, dan iritasi juga bisa menjadi gejala epulis gravidarum.

  1. Granulomatosa

Epulis jenis ini terjadi pada lubang bekas gigi yang dicabut atau bekas operasi. Epulis jenis ini terletak pada gusi di antara gigi. Hal ini terjadi karena adanya infeksi yang kronis akibat pemakaian protesa yang kurang pas. Gejala epulis jenis ini adalah jaringan tampak lunak kemerahan atau kebiruan pada gingival, memiliki tangkai, disertai rasa nyeri, dan mudah mengalami luka atau terjadi pendarahan. Selain itu, bentuk dari epulis yang telah terbentuk menjadi tidak beraturan.

  1. Fissuratum
READ  Yuk, Ketahui 5 Cara Mengobati Epiglotitis!

Epulis jenis ini merupakan epulis yang terbentuk akibat pemakaian gigi tiruan yang tidak baik. Adanya luka yang timbul akibat iritasi dan gesekan dengan gigi palsu terlalu keras serta dalam jangka waktu yang cukup lama bisa menjadi faktor timbulnya epulis fissuratum.

  1. Fibromatosa

Epulis fibromatosa merupakan jenis epulis yang paling sering ditemui dibandingkan jenis epulis lainnya. Jenis epulis ini disebabkan oleh iritasi atau luka pada gusi di tempat yang sama dan terjadi secara berulang-ulang dalam kurun waktu yang cukup lama. Gejalanya meliputi berwarna pucat, memiliki tangkai atau juga tidak, struktur luar padat tetapi kenyal jika disentuh, serta tidak mudah terjadinya pendarahan.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai gejala epulis yang jarang diketahui. Apakah Anda pernah merasakannya?

 

 

Sumber: Klikdokter.com